Wednesday, November 23, 2011

hatiku merajuk lagi

sudah lama aku merintih
menyepikan diri
bertemankan rasa kasih
dalam lamunan kekecewaan
merajuk dalam dakapan pilu

apa lagi yang perlu aku lakukan
semuanya patuh pada kemahuan
bergadai jiwa raga
berkorban titik peluh derita
demi rasa kasih tulus
damai melabuhkan segalanya

inilah hati
manis yang dikecap
pahitnya dihempas
bukan simpati diraih
tapi rasa hormat dihargai
teguran jadi beban
pecahlah segalanya
dalam jiwa-jiwa yang kotor

hatiku merajuk lagi
disaat ini
dikala iman dan takwa menagih simpati
pada jalan jalan dakwah yang tersekat
pada niat-niat yang diberikan
rasa kagum dan bangga
pada diri yang tidak tahu menghargai
dalam selimut nafsu berbisa
hanyut dan tenggelam...

hatiku merajuk lagi

Wednesday, October 26, 2011

hari terakhir buatku

teman
maafkan daku disaat ini
dikala silapku ada menyakiti
dikala lemahku kucar bersama
pada bebanan dosa
yang pernah kulakukan
maafkan aku teman


teman
dipenjuru ini
hatiku sepi
bertemankan rasa gelisah
pada jalan-jalan yang kelam
yang pernah hadir dalam hidupku
segalanya kusam bersalut pedih
sakit dan menyakitkan 


teman
maafkan daku dikala ini
disaat nafasku masih berdetik
pada kerakusan cinta dan angan
membelai dosa yang pahit
dalam selimut dusta
penuh watak haloba
mabuk segalanya


teman
disaat ini
aku ingin kembali
pada jalan kebenaran
bercahayakan nur keredhaan
dikala aku dijemput pulang
bertemankan taubat nasuha
disaat nafasku mula terhenti
hilang segalanya
maafkan aku teman



Adikku Nabila-cintaku masih utuh disini

Nabila
sudah lama aku berdiri disini
sudah lama jua aku hadir disini
bertemankan rasa rindu yang kelam
yang membuat aku hilang segalanya


Nabila
aku amat mencintaimu sejak dulu
terkadang-kala hatiku resah 
muncul segala bingung dalam penaku
kucar dan keliru dalam rasa hati
sakit dan menyakitkan berteman dendam
yang membuat aku hilang segalanya


Nabila
aku rindukanmu adikku
disepanjang resah jiwaku celaru
berlantaikan hamparan ranting kasih rapuh
pada janji dan ketulusan cinta
antara aku dan dikau
yang membuat aku diam menyepi
hilang segalanya


Nabila
jujurnya cinta ini
harum ikhlas dan tulus
walau racun mencerca nista
walau duka menghimpit lara
dikala dirimu menjauhkan diri
pergi tanpa berita
hilang dan menghilangkan rasa kasih
disaat rinduku mula mengusik jiwa
pada rasa kesetiaan
rasa cinta yang mendalam
kemanakah dikau sayangku


Nabila
rinduku masih disini
cintaku masih hadir bersemi
pulanglah sayang....
kerna aku
mencintaimu selamanya

APA KHABAR AYAH


AYAH
APA KHABAR AYAH
SAAT INI AKU MERINDUIMU
TERKADANG SESALKU HADIR
PABILA HATIKU MENANGIS SEPI
BERPAUT PADA DOA-DOA TAUBAT
AKU RINDUKANMU AYAH

AYAH
APA KHABAR AYAH
DIKALA INI AKU LEMAH MENYEPI
BERTEDUH DALAM BUNGA KELAM
DISAAT SESALKU MENCARIK LARA
PADA ANGAN-ANGAN YANG BUTA
DIMASA LALU
AKU RINDU PADAMU AYAH

AYAH
APA KHABAR AYAH
DISENJA INI RINDUKU BERLABUH
KASIHMU ACAP-KALI HADIR
MENGUSIK MIMPI KESALKU
BERSELIMUTKAN RASA DENDAM
RASA RINDU MENDALAM
AKU RINDUKANMU AYAH

AYAH
APA KHABAR AYAH
DOAKU HADIR SETIAP DETIK
KUHAMPARKAN SEGALANYA
MOGA DIRIMU
DALAM REDHA ALLAH...

Wednesday, September 28, 2011

Pedulikan Orang Mengata

kata nista semua ada
senangnya mengata fitnah
mudahnya menjaja cerita dusta
berbelit penuh duri sembilu
kau ingat kau siapa!
sungguh hebat dikau mengata


fitnah
ada saja jalan yang dilukakan
terkadang dikau hiris pedih
sakit memeritkan jiwa yang lemah
kau jaja kau jual maruah 
pada jasad yang suka berburuk sangka
kau ingat kau siapa!
suatu hari kau pasti tersungkur


kau nak mengata
suka hati-kaulah
kanan kiri sedia mencatat
bukan senang lidah belitmu kau suapkan
bukan semudah mengucap ampun
kerna
ada jiwa dan roh yang pernah kau sakiti
terkadang doa hijab mereka terbuka
disaat redha Allah hadir disisi
disitu
kau akan terima kucarnya
ingat!
fitnahmu akan menjadi nyanyuk terluka
sangka-burukmu akan menjadi debu kelam
dikala
nyawa rohmu dicabut sakaratul-maut
sakit dan menyakitkan
seksalah segala


kata dan mengatalah
satu masa
satu ketika
aibmu juga akan terbuka derita
dan mula dirasuk kusut
hingga
tanah bumi mencengkam jasadmu
dan bermulalah maki-hamun
disaat kau dijemput pulang


hai insan mengata
bertaubatlah dikau
sebelum malaikat maut tiba
disaat
dikau mula dimalu derita
bertaubatlah....



Tuesday, September 27, 2011

bangsaku Malaysia

disini
ada warisan bangsa
ada titik-peluh yang gah
ada kejujuran
ada air-mata
ada keakraban
ada perpaduan
ada semangat kedamaian


disini
ada luka yang dirawat
ada sakit yang diubat
ada tangis yang dikesat
ada kucar yang ditenangkan
ada kemarahan api yang dipadamkan
ada semangat perpaduan


disini
ada leteran hilang berganti kasih
ada perpecahan bersatu semula
tak kira agama tak kira budaya
semuanya hadir bersatu
berdiri erat dalam satu barisan
diatas tanah warisan


disini
kita jangan semaikan kebencian
kita jangan guriskan rasa kasih
kita jangan benihkan derita kusam
kita jangan sisihkan rasa hormat
kita jangan tindihkan kecamuk perkauman
kita jangan pecahkan semangat bangsa
kerna
kita adalah bangsa Malaysia
hidup penuh budi penuh bahasa kasih
penuh kekuatan ukhuwah
berpegang erat pada semangat kesetiaan
demi kedamaian tanah warisan kita


disini
bangunlah bangsaku
satukan jiwa kita
eratkan kasih kita
tanamkan perpaduan bangsa
sebelum tanah kita tenggelam
hanyut dalam kelesuan
terperangkap dalam kata nista dusta
hilang segalanya


disini
kita bersatulah
buangkan rasa perkauman
lontarkan kebencian
benihkan kasih sayang sesama kita
demi bangsa kita
bangsa Malaysia





andainya kau mengerti

kasih
andainya kau mengerti
begitu hebat aku mencintaimu
teramat dalam menyakitkan rindu
terjahit dalam tali-tali ketelusan
jujur dan ikhlas menemanimu
selamanya


kasih
andainya kau mengerti
ada bahasa rindu kerap kudendangkan
ada pelukan tulus selalu kusirami
ada segalanya
hingga aku lupa ruang letihku
untuk menidurkan diri disaat aku sedih


kasih
andainya kau mengerti
ada bayang dendam hadir dalam mimpiku
membasahkan setiap kedinginan lenaku
dikala aku mula disakiti
didustai dalam kasih derita


kasih
disini
aku ingin berlari pergi
mengejar warna pelangi
disaat senja menangis keluh
melupakan segala kerinduan
yang pernah terhiris duka


kasih
andainya kau mengerti
hadirlah dalam hidupku
sebelum
nafasku terhenti sudah