adikku adam akbar moga dibawah keredhaan Allah moga rahmat dan kasihNya hadir
adik adam kasihmu amat luhur ibu ayah hadir bersamamu keluh resah hati kecilmu tulus redha begitu hebat dugaan ini pada insan yang kerdil sepertimu yang menelan cita-cita dan impian
adik adam segala ujian ini ada hikmahnya redha Allah pasti bersamamu teruskan semangat tabahmu sisipkan doa tulus munajat padaNya insyaAllah kebahagiaan akan hadir disaat kekuatan kasihNya tiba pada takwamu yang tulus
adik adam jangan mudah mengalah perjuanganmu ada bersama kami yakinlah pada kasih Allah doa-doa akan hadir bermunajat titik peluh usaha akan bersinar ujian yang dikau pikul pasti terlerai setiap jalan yang dikau lalui pasti bercahaya kerna Allah swt amat menyayangimu disaat keredhaan wujud dalam hatimu pada ketabahan pada rasa kasih ayah dan ibu pada ukhuwah persaudaraan kita moga Allah berikan kekuatan dan nikmat kebahagiaan padamu
kuatkan semangat adik insyaAllah jalan kebahagiaan akan hadir
ada satu rasa kasih pernah wujud dalam hati ini hadir dalam igauan gilaku menyentuh nafsu kemarahan menyentap setiap urat kasih diatas titisan air mata tulus dalam rentapan keikhlasan
ada satu rasa cinta pernah terukir dalam lubuk jiwa ini hadir dalam harapan yang utuh menghiris-hiris rasa benciku mendendangkan belaian luhur diatas titisan air mata kasih dalam pelukan keimanan
ada satu salam terakhir pernah terlakar dalam impian rindu hadir disaat-saat kebencianku pudar membuat aku lemah tersungkur pada belaiaan kasihnya tulus mengasihi diatas ukhuwah persaudaraan dalam suatu rintihan pada doa dan harapan mekar selamanya
bila hati terguris
disini rindu dendamku melarat kasihku menangis sepi janji-janji terluka kelam sakit dan amat menyakitkan bila hati sudah terguris
disini segalanya berbau hanyir duka laraku berkecai harapanku pudar keliru pada kasih yang buta diatas suatu janji dalam mimpi yang tercalar
disini tidur lenaku sasau kasih yang ku akad berduri dusta penuh watak yang mencarut acapkali mengguris kasih hatiku pada satu kenangan pada rasa tulus yang dicerca penuh kekeliruan
disini hatiku terguris luka perit dan amat memeritkan pada rasa kasih pada rasa cinta pada rasa hati hati yang terguris
diusia senja ini lena mimpiku semakin melarat terdusta oleh angan-angan kosong berselimutkan dosa-dosa hina kelam dan tenggelam berbau hanyir
diusia senja ini lidahku keluh penuh pahit hempedu segala sendiku lemah tak bermaya sakit dan amat menyakitkan memikul beratnya dosa kelaparan hampir tersungkur dusta pada doa-doa yang kelam keliru pada dosa yang melarat
diusia senja ini baru kusedar kasihMu menyesal yang tak sudah pada janji kemunafikan pada teman yang menghasut lara pada beban dosa yang berpaut penuh celaru kelam pada dosa-dosa yang melarat
diusia senja ini masa amat suntuk buatku rinduku semakin sempit mencengkam segalanya kering-kontang celaru dan terhina Ya Allah... berikan daku peluang disaat rinduku menagih kasih mengharap keredhaan Mu
diusia senja ini kusujud pada kudratMu memohon belas-kasihMu pada satu taubat yang kelam sebelum nafas-nafasku terhenti disaat sakaratul maut hadir disisi kubertaubat kepadaMu ya Allah
senja sudah hatiku berlabuh dan membenamkan rasa kasih pada janji yang dikhianati berdendang tanpa lagu berbau dusta gelisah amat menyakitkan pada hati yang terluka
dikamar ini rinduku mengusap gelisah resah segala sendi kasih berkecamuk dan keliru pada suatu janji disaat cacian dusta meludah hatiku sakit dan amat menyakitkan bagi mereka yang terluka
disini sepiku kelam tiada bernyawa jiwaku gundah-gulana bersulam duka tiada lagi rasa kasih setulusnya dan tak akan ada lagi segalanya ukiran-ukiran cinta mendalam pada watak yang berdusta pada janji yang dikhianati bersemi dalam kasih ini pada hati yang terluka
bapa apa khabarmu aku rindukan mu hatiku terusik dikala ini membuat jiwaku kosong lara bertemankan kenangan-kenangan indah disaat kulihat air mata bapa tersisih jauh bapa...aku rindu sangat padamu
bapa anakmu ini merinduimu acap kali jiwaku kacau berantaikan dendam kasih membara dalam selimut derita taubat berpayungkan sesal larat
bapa aku rindukanmu sangat dikala ini disaat kenangan itu mengusik pada ingatan rindumu pada titisan air matamu yang pernah kulihat berseorangan diatas lantai usang rumah lama kita yang telah lama tersungkur sedih dan amat memeritkan
bapa... aku rindukan mu bapa aku mahu pulang aku mahu disamping pabila kasih itu hadir selamanya
adik Dirang diraut wajahmu ada sinar cahaya kasihmu amat luhur disini disaat duka menghampiri resah hati ibu disaat itu rindu kami hadir disini kami amat menyayangimu setulus kasih
adik Dirang moga dikau dalam redha Allah moga dikau dalam rahmat Allah kekal selama dengan kasihNya pada himpunan orang-orang soleh menjadi penghuni syurga selamanya
adik Dirang segala tawa-riamu membenamkan kasih telatah manjamu menyentuh jiwa dakapan rindumu sayu dihati kami hina dan kejam sungguh sang laknat itu merobek kasih-sayang keluarga pada kedamaian kita bersama moga sang laknat terkutuk itu binasa kerna Allah Maha Adil Maha Hebat KuasaNya Balasan akan datang buat sang laknat itu Akan jatuh tersungkur hina sehina-hinanya
adik Dirang doa ibu akan terhijab disaat air-matanya mengalir basah suci dikala sujudnya panjang bermunajat dimasa itu Sang laknat akan mendapat balasan Hingga terheret segala kedurjanaannya hina dan aib berbau darah membusuk penuh celaka
Ya Allah disini moga doa kami terhijab moga sang laknat itu mendapat balasan disaat tibanya sakaratul-maut terheretlah kehinaannya pada doa-doa yang bermunajat