Monday, August 29, 2016

ke mana kita....Merdeka


bangsaku
bila lagi mahu sedar
pada laungan Merdeka
pada semangat jiwa bangsa
bersatu di atas tanah warisan

bangsaku
jangan malas merajuk leka
asyik berangan-angan kelam
mengheret keluh-kesah 
pada jiwa hati yang hampa
hampir tersungkur duka

bangsaku
dimana anak-anak bangsa kita
asyik bermimpi bayang-bayang luka
mengherdik mentafsir kata
hilang segala dusta
mengejar mimpi yang tak sudah
membawa dosa buta bertanda
pada celaru angan-angan
tersungkur sudah

bangsaku
bangkit bersama
mentafsir suara-suara kusam
berlari-lari di atas sejarah warisan
mencari luka hanyir 
pada tanah setia yang dijulang
pada watak-watak dicerca
berbicara dalam seloka duka
akhirnya
lupa dan melupakan...

bangsaku
di mana erti merdeka
jika khianat dicerca buta
jika sisa luka berparut dusta
jika menjahit mimpi ditepi senja 
jika menari di atas tanah-tanah terjajah
jika hilang dan menghilangkan resah duka
jika mimpi-mimpi dipersenda
pada tafsir wajah yang luka
dijajah terjajah dan menjajah
akhirnya
dilupakan

bangsaku
merdeka...
pada satu cerita luka
pada satu kisah duka
pada satu mimpi kelam berduka
pada satu tanda...
bangkit dan bangkitlah
sedarkan diri.....

ke mana kita....Merdeka


bangsaku
bila lagi mahu sedar
pada laungan Merdeka
pada semangat jiwa bangsa
bersatu di atas tanah warisan

bangsaku
jangan malas merajuk leka
asyik berangan-angan kelam
mengheret keluh-kesah 
pada jiwa hati yang hampa
hampir tersungkur duka

bangsaku
dimana anak-anak bangsa kita
asyik bermimpi bayang-bayang luka
mengherdik mentafsir kata
hilang segala dusta
mengejar mimpi yang tak sudah
membawa dosa buta bertanda
pada celaru angan-angan
tersungkur sudah

bangsaku
bangkit bersama
mentafsir suara-suara kusam
berlari-lari di atas sejarah warisan
mencari luka hanyir 
pada tanah setia yang dijulang
pada watak-watak dicerca
berbicara dalam seloka duka
akhirnya
lupa dan melupakan...

bangsaku
di mana erti merdeka
jika khianat dicerca buta
jika sisa luka berparut dusta
jika menjahit mimpi ditepi senja 
jika menari di atas tanah-tanah terjajah
jika hilang dan menghilangkan resah duka
jika mimpi-mimpi dipersenda
pada tafsir wajah yang luka
dijajah terjajah dan menjajah
akhirnya
dilupakan

bangsaku
merdeka...
pada satu cerita luka
pada satu kisah duka
pada satu mimpi kelam berduka
pada satu tanda...
bangkit dan bangkitlah
sedarkan diri.....

Saturday, June 25, 2016

mencari Lailatur Qadar

bermula dalam doa
menulis mimpi dalam kata
bermunajat rapuh pilu
mentafsir sisa dosa tersisih
pada malam Lailatur Qadar


izinkan daku mencuri rindu
melakar duka yang terlena
basah dalam sisa rapuh 
gundah tiada penghujung
mencari dan terus mencari
mengharap cahaya tersisa
pada berkatnya malam itu

ku cuba dan ku cuba
meraung tutur kata simpati
meniti dalam lantai-lantai kelam
hilang rasa khuatir
pada sangka yang terluka
rindunya seorang kasih hamba
antara hidup dan mati
bersujud ditepi malam yang sepi
berharap dan terus berharap
doa terbuka hijab
pada rahmat yang dicari
Lailatur Qadar

Tuesday, May 31, 2016

ku bawa rindu ayah

telah lama kubawa rindu ini
berbicara pada dendam luka
menjahit erti kenangan duka
mencuba mengerti 
melayan sepi-sepi keliru
pada erti kasih
ku bawa rindu ayah

hari itu
pernah menjanjikan kenangan
menanti bicara suka-duka 
adakah sepi itu resah
terhina pada rasa khuatir
mendamba rasa kasih
terbawa ke alam rindu gelisah
menyentuh hati kecil tua terluka
pada sisa-sisa senja berlabuh
untuk mu 
ku bawa rindu ayah

semalam
mimpiku kelam
mentafsir duka-duka lalu
air mata mula sepi
tiada lagi jasad tua tersenyum duka
merindukan sisa kenangan
terlupa dan tak akan dilupakan
pada erti kasih
selamanya
ku bawa rindu mu ayah


sudah-sudahlah

sudah-sudahlah
mengguris hati yang luka
menjajah jiwa yang sepi
mencarik duka-duka lara
sudah-sudahlah

aku masih ingat
sakit kata-kata itu
bersangka-sangka dusta
menyisihkan kasih saudara
pada kemaruk harta dunia
sudah-sudahlah

sebenarnya apa yang kau mahu
menabur benih-benih fitnah
menyakitkan hati saudara
mendustakan hinanya diri
pada jiwa-jiwa yang tidak mengerti
kasihan sungguh
menghina dan terhina
benci yang tak sudah-sudah
sudah-sudahlah

sudah-sudahlah
akan kubawa kenangan itu
sampai ke mati
sudah-sudahlah


Saturday, May 21, 2016

rinduku pada ayah

ayah...
aku amat merinduimu
acap-kali kubawa dalam doa-doa sepi
terkadang-kala membuat kelam gundah
terjahit dalam dendam rindu
aku rindukan ayah..

"RINDUKU PADA AYAH"

disini
ada resah gelisah sepi
ada rindu gundah
mencari kasih mendamba cinta
pada kata-kata yang pernah terluah
pada semangat-semangat doa
pada sisa-sisa kenangan
rindu seorang ayah

disini
hampir sesaat rinduku kekal hadir
terkadang mengusik duka
kadang-kala mencarik sedih
kadang-kadang membuat aku lupa
pada sisa rindu yang berterabur
rindu seorang ayah

disini
hanya tinggal tanda kenangan 
pada kasih dendam rindu
pada doa mu yang terbuka hijab
pada cinta mu yang tulus ikhlas
selamanya
kami merindui mu...ayah